GIZ-OSRAM Bantu Lampu PJU Hemat Energi Untuk Kota Malang

28 Nov 2012

Senin (19/11/2012), Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, Drs. Wasto SH, MH, meresmikan Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) LED sepanjang Jln. Kertanegara, Kota Malang. Ini menjadi project unggulan. Buah kolaborasi antara GIZ (Program Kementerian Federal Jerman untuk kerjasama ekonomi pembangunan) dan OSRAM (Pabrikan lampu) dalam upaya mitigasi Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK).

Seperti diketahui, sekitar 20 persen emisi GRK disebabkan oleh konsumsi bahan bakar fosil yang tinggi. Salah satunya dalam menghasilkan energi listrik. Menurut PLN, permintaan listrik meningkat 9 persen dan menyebabkan Indonesia harus meningkatkan kapasitas pembangkit listrik hingga dua kali lipat setiap delapan tahun. Di Kota Malang sendiri, konsumsi listrik dari sektor penerangan jalan umum terbilang cukup tinggi. Dari data GIZ, PJU di Kota Malang menyumbang emisi gas rumah kaca sebesar 14.712 ton CO2e di tahun 2010.

Sejak pertengahan 2012, GIZ dan OSRAM berkolaborasi dalam mensosialisasikan keuntungan dari Penerangan Jalan Umum menggunakan LED untuk kota-kota di Indonesia. Mereka melakukan studi kasus di enam kota dan menjadikan Malang sebagai lokasi Proyek percontohan . Proyek ini menggantikan Lampu Sodium 250 W dengan lampu PJU LED OSRAM 159 W (SL Midi Basic). Berdasarkan pengukuran meteran listrik, penghematan yang dicapai sebesar 66,3% (sama dengan 1,15 ton CO2e per bulan).

Proyek percontohan ini melakukan penggantian lampu tersebut berlokasi di sepanjang Jln. Kertanegara, Kota Malang sejumlah 14 titik. Dalam penjelasannya, Philipp Munzinger, selaku perwakilan dari GIZ mengungkapkan kegembiraannya atas kerjasama ini. Kota Malang menjadi pilihan tepat bagi proyek percontohan ini. Ini diamini pula oleh Josef Traenkler sebagai pimpinan program GIZ khusus untuk kebijakan perubahan iklim di Jateng dan Jatim, termasuk Malang. Josef mengatakan bahwa penghematan energi menjadi penting dalam upaya mendukung pemerintah Indonesia menurunkan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 26% sampai tahun 2020.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, Wasto yang mewakili Walikota Malang saat itu, pun meresmikan proyek tersebut di tengah guyuran hujan. Dalam sambutannya, Wasto menyampaikan bahwa Kota Malang sangat antusias dalam upaya penghematan energi demi menurunkan emisi gas rumah kaca di kota Malang selain sektor sampah dan limbah. Dalam peresmian ini, Wasto didampingi pula oleh Ir. R. Sudirman MM, Asisten Deputi Kementerian Lingkungan Hidup dan Andy Soenanta, GM sales & marketing PT OSRAM Indonesia.

Andy Soenanto sempat mengutarakan kebanggaannya bisa membantu dalam proyek percontohan ini. Tentu sebagai wujud komitmen OSRAM dalam memperkenalkan penerangan jalan LED sebagai aksi mitigasi di sektor energi. Hal ini disampaikan Andy pada peresmian proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) tersebut.

Peresmian ini diawali dengan Seminar tentang Energy Efficient Street Lights (EESL) di Hotel Tugu, Malang. Kegiatan ini dihadiri selain oleh OSRAM, GIZ-Paklim dan Kementerian LH, dihadiri pula oleh Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim beberapa kota di Jawa Timur. Diantaranya Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kota Blitar. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi upaya mitigasi RAD-GRK Jawa Timur.


TAGS Perubahan Iklim LED Kota Malang


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post